Neng Sumi pintar debat, Kang Egi terkalahkan, Bumi tergetar hebat, Energi terlepaskan. Anak gadis bersifat ramah, Pemuda telak makin cinta, Lapisan batuan patah, Pada kerak bumi kita. Pak Duloh melihat Bu Sumi berdandan cetar, Subuh Neng Lutfia diantar Pak Siswaya, Ketika Allah membuat bumi bergetar, Sungguh manusia gemetar tak berdaya. Kebiasaannya Pak Duloh tidur di rumah, Cukup beralaskan selembar tikar digelar, Adakalanya Allah menurunkan musibah, Untuk melihat siapa yang ingkar dan siapa yang sabar. Pak Abdullah senantiasa memberi tanda, Jumpa ananda inginkan selamat, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, Gempa tanda makin dekatnya Kiamat. Dek Romlah bengkak kakinya, Direndam air setiap hari, Demikianlah kudapati infonya, Dalam Hadits Riwayat Bukhari. Padi gabah hati-hati jangan ditebar, Jadikan lahan tanam tersendiri, Musibah lalui dengan hati sepenuh sabar, Jadikan bahan koreksi diri. Siapa mau mulus bertanam padi, Haruslah mengubah dari cara tanam ubi, Gempa ...
Buah dikulum usai dipetik, Salak alpukat dan strawberi, Assalamualaikum adik2 cantik, Selamat jumpa di sore hari. Pergi jauh bawalah cadik, Naik sepeda ga pake bemper, Ramai sungguh candaan adik, Bikin yang baca kebawa baper. Rumah beranda tanpa lemari, Hilanglah alat perkakas diri, Hikmah bercanda di sore hari, Hilangkan penat bekerja sehari. Cianjur, 23 Mei 2022 Lia Kosmilia. 💙
Kebhinekaan Global Ada kelabang menggigit toke, Biar terlepas harus dibasahi air, Dari Sabang sampai Merauke, Saudara sebangsa dan setanah air. Kolam padat diisi buaya, Ikannya pindah ke kolam pakan, Aneka adat tradisi dan budaya, Semuanya indah dan membanggakan. Cari kekuatan pada tuan, Dalam bahaya bisa dilarikan, Mari kuatkan persatuan, Ragam budaya kita lestarikan. Neng Mala naik ke pelaminan, Dia bahagia tak merasa sia-sia, Segala keunikan dan perbedaan, Jadikan kekayaan bangsa Indonesia. Cianjur, 27042024
Komentar
Posting Komentar