Pantun tentang Gempa
Neng Sumi pintar debat,
Kang Egi terkalahkan,Bumi tergetar hebat,
Energi terlepaskan.
Anak gadis bersifat ramah,
Pemuda telak makin cinta,
Lapisan batuan patah,
Pada kerak bumi kita.
Pak Duloh melihat Bu Sumi berdandan cetar,
Subuh Neng Lutfia diantar Pak Siswaya,
Ketika Allah membuat bumi bergetar,
Sungguh manusia gemetar tak berdaya.
Kebiasaannya Pak Duloh tidur di rumah,
Cukup beralaskan selembar tikar digelar,
Adakalanya Allah menurunkan musibah,
Untuk melihat siapa yang ingkar dan siapa yang sabar.
Pak Abdullah senantiasa memberi tanda,
Jumpa ananda inginkan selamat,
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,
Gempa tanda makin dekatnya Kiamat.
Dek Romlah bengkak kakinya,
Direndam air setiap hari,
Demikianlah kudapati infonya,
Dalam Hadits Riwayat Bukhari.
Padi gabah hati-hati jangan ditebar,
Jadikan lahan tanam tersendiri,
Musibah lalui dengan hati sepenuh sabar,
Jadikan bahan koreksi diri.
Siapa mau mulus bertanam padi,
Haruslah mengubah dari cara tanam ubi,
Gempa itu siklus kebumian yang kan slalu terjadi,
Musibah ini pernah terjadi pula di zaman para Nabi.

Komentar
Posting Komentar