Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2024

Bionarasi Lia

Gambar
 Lia Kosmilia, lahir di Cianjur 1 Maret 1968. Aku menyelesaikan SD, SMP, dan SMA di Cianjur. Lalu melanjutkan study di jurusan Geografi FPIPS IKIP /UPI Bandung, program D3. Dan melanjutkan ke program S1 di STAI Al-Azhary Cianjur jurusan PAI. Aku mengabdikan diriku dengan mengajar mata pelajaran IPS di SMP Al-Azhary Cianjur dari tahun 2003 s/d sekarang. Bergabung dengan komunitas KAUSAKU4NKRI pada 18 Januari 2022. Bisa masuk group ini karena diajak oleh Dr. Sri Utami ( Dek Uut ). Komunitas KAUSAKU4NKRI sangat baik, dipenuhi oleh orang-orang baik. Program paling disukai yaitu : Tilawah by ODOS, MESRA dan Menabung tulisan di blogg bersama. Harapan ke depan semoga ukhuwah di group ini semakin baik, selalu terjaga harmonisasi, membentuk Akhlakul Karimah untuk semuanya. Motif gabung terus di sini ingin menimba banyak ilmu tentang agama, dan bidang kepenulisan. Kemanfaatan yang sudah didapat, Alhamdulillah banyak mendapat sahabat, menyerap banyak ilmu dari semua sahabat hebat. Juga bahagi...

Pantun tentang Gempa

Gambar
 Neng Sumi pintar debat, Kang Egi terkalahkan, Bumi tergetar hebat, Energi terlepaskan. Anak gadis bersifat ramah, Pemuda telak makin cinta, Lapisan batuan patah, Pada kerak bumi kita. Pak Duloh melihat Bu Sumi berdandan cetar, Subuh Neng Lutfia diantar Pak Siswaya, Ketika Allah membuat bumi bergetar, Sungguh manusia gemetar tak berdaya. Kebiasaannya Pak Duloh tidur di rumah, Cukup beralaskan selembar tikar digelar, Adakalanya Allah menurunkan musibah, Untuk melihat siapa yang ingkar dan siapa yang sabar. Pak Abdullah senantiasa memberi tanda, Jumpa ananda inginkan selamat, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, Gempa tanda makin dekatnya Kiamat. Dek Romlah bengkak kakinya, Direndam air setiap hari, Demikianlah kudapati infonya, Dalam Hadits Riwayat Bukhari. Padi gabah hati-hati jangan ditebar, Jadikan lahan tanam tersendiri, Musibah lalui dengan hati sepenuh sabar, Jadikan bahan koreksi diri. Siapa mau mulus bertanam padi, Haruslah mengubah dari cara tanam ubi, Gempa ...

Pantun

 Kebhinekaan Global Ada kelabang menggigit toke, Biar terlepas harus dibasahi air, Dari Sabang sampai Merauke, Saudara sebangsa dan setanah air. Kolam padat diisi buaya, Ikannya pindah ke kolam pakan, Aneka adat tradisi dan budaya, Semuanya indah dan membanggakan. Cari kekuatan pada tuan, Dalam bahaya bisa dilarikan, Mari kuatkan persatuan, Ragam budaya kita lestarikan. Neng Mala naik ke pelaminan, Dia bahagia tak merasa sia-sia, Segala keunikan dan perbedaan, Jadikan kekayaan bangsa Indonesia. Cianjur, 27042024