Postingan

Bionarasi Lia

Gambar
 Lia Kosmilia, lahir di Cianjur 1 Maret 1968. Aku menyelesaikan SD, SMP, dan SMA di Cianjur. Lalu melanjutkan study di jurusan Geografi FPIPS IKIP /UPI Bandung, program D3. Dan melanjutkan ke program S1 di STAI Al-Azhary Cianjur jurusan PAI. Aku mengabdikan diriku dengan mengajar mata pelajaran IPS di SMP Al-Azhary Cianjur dari tahun 2003 s/d sekarang. Bergabung dengan komunitas KAUSAKU4NKRI pada 18 Januari 2022. Bisa masuk group ini karena diajak oleh Dr. Sri Utami ( Dek Uut ). Komunitas KAUSAKU4NKRI sangat baik, dipenuhi oleh orang-orang baik. Program paling disukai yaitu : Tilawah by ODOS, MESRA dan Menabung tulisan di blogg bersama. Harapan ke depan semoga ukhuwah di group ini semakin baik, selalu terjaga harmonisasi, membentuk Akhlakul Karimah untuk semuanya. Motif gabung terus di sini ingin menimba banyak ilmu tentang agama, dan bidang kepenulisan. Kemanfaatan yang sudah didapat, Alhamdulillah banyak mendapat sahabat, menyerap banyak ilmu dari semua sahabat hebat. Juga bahagi...

Pantun tentang Gempa

Gambar
 Neng Sumi pintar debat, Kang Egi terkalahkan, Bumi tergetar hebat, Energi terlepaskan. Anak gadis bersifat ramah, Pemuda telak makin cinta, Lapisan batuan patah, Pada kerak bumi kita. Pak Duloh melihat Bu Sumi berdandan cetar, Subuh Neng Lutfia diantar Pak Siswaya, Ketika Allah membuat bumi bergetar, Sungguh manusia gemetar tak berdaya. Kebiasaannya Pak Duloh tidur di rumah, Cukup beralaskan selembar tikar digelar, Adakalanya Allah menurunkan musibah, Untuk melihat siapa yang ingkar dan siapa yang sabar. Pak Abdullah senantiasa memberi tanda, Jumpa ananda inginkan selamat, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, Gempa tanda makin dekatnya Kiamat. Dek Romlah bengkak kakinya, Direndam air setiap hari, Demikianlah kudapati infonya, Dalam Hadits Riwayat Bukhari. Padi gabah hati-hati jangan ditebar, Jadikan lahan tanam tersendiri, Musibah lalui dengan hati sepenuh sabar, Jadikan bahan koreksi diri. Siapa mau mulus bertanam padi, Haruslah mengubah dari cara tanam ubi, Gempa ...

Pantun

 Kebhinekaan Global Ada kelabang menggigit toke, Biar terlepas harus dibasahi air, Dari Sabang sampai Merauke, Saudara sebangsa dan setanah air. Kolam padat diisi buaya, Ikannya pindah ke kolam pakan, Aneka adat tradisi dan budaya, Semuanya indah dan membanggakan. Cari kekuatan pada tuan, Dalam bahaya bisa dilarikan, Mari kuatkan persatuan, Ragam budaya kita lestarikan. Neng Mala naik ke pelaminan, Dia bahagia tak merasa sia-sia, Segala keunikan dan perbedaan, Jadikan kekayaan bangsa Indonesia. Cianjur, 27042024

Puisi-puisiku

 "Allah Bersama Kita" Kegalauanmu itu teman Tak perlu lantang kau teriakan  Cukup kau kubur dalam diam Sembunyikan tangismu dibalik tasbih sucimu Redam isakanmu dengan segenap istigfar pertaubatan  Suarakan nestapamu di  setiap sujudmu yang panjang Berceritalah kepada-Nya dengan segenap rindu dan cintamu Tuangkan remuk redam hatimu di setiap munajat malam Bisikmu yang pelan menghujam dalam melewati dinginnya malam Kau berbisik pelan di hamparan sajadah panjang, pesanmu kan sampai ke langit yang gemilang. Dia di sana Maha Mendengar bisik hati makhlukNya Jangan pernah sangsi Sungguh Allah Maha Mengetahui Bahkan kata dan pinta yang tak terucap Yang tersekat di urat leher kita Allah Tahu dan Mengerti Karena Dia lebih dekat dari urat leher kita sendiri. Curahkanlah.. Tumpahkanlah semuanya Gantungkan harapanmu sepenuh manjamu Hanya pada Allah SWT sang pemilik hidupmu. Cianjur, 16112022. Lia Kosmilia.

Pupusnya Rindu

 Jangan tatap rasaku Disana kau kan temukan banyak rindu. Jangan singkap isi hatiku, Isinya melulu tentang cintaku padamu. Pergi saja dariku Karena tak ada lagi pedulimu. Biar semuanya ku simpan rapi Walau sakit ini menyiksaku. Jangan tanya kenapa  Aku selalu palingkan muka. Karena di sana, kau kan baca dalamnya cinta. Jangan kejar, tatap mataku yang selalu menghindar Karena di sana Semua rinduku jelas tergambar. Biarlah waktu menghapus semuanya Kuharap masa kan membuat semua sirna. Tak tahu aku harus berbuat apa Makin kucoba menghapus rindu Makin parah hatiku terberangus pilu. Adakah di sana Sekeping rindu kau sisakan untukku? Lia, Cianjur 26082022

Satu Pintaku

 Puisi "Satu Pintaku" Sahabat, kamu semua orang-orang hebat Meski tangan kita belum saling berjabat, hati kita sudah saling tertambat. Kepiawaian sahabat menata rasa merangkai kata, selalu membuatku terkesima, lantas meretas bahagia. Tapi kini, ada sedikit luka menoreh jiwa. Ada sahabat yang keliru rasa. Ianya kini menyendiri di sudut sepi. Menggulung sedihnya dibalik selimut sunyi. Tidak, aku tak mau ada yang terluka. Takkan kuterima rasa kehilangan ini begitu saja. Aku ingin ianya ada, datang dan membersamai kita lagi. Sahabat-sahabat hebat... Ijinkan aku ucapkan satu pinta, Bawakan lagi Dek Utami ke group ini. Raih hatinya, tarik jiwanya, hidupkan lagi semangatnya! Dia sahabat muda yang membuat semua orang terkesima bangga. Jiwanya lincah, sarat kreatifitas dan produktivitas. Tolong jangan lepaskan dia pergi, jangan biarkan dia menyepi sendiri. Semangat mudanya membakar jiwa kita. Rengkuh dan hadirkan dia lagi, sebagai bukti kita semua sahabat sejati! Please... πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ™πŸ»πŸ™...

Rindu buat Ayah

 Puisi  "Rindu Buat Ayah" Ayahanda, sering kutatap diam-diam, kaca-kaca di matamu.. Trenyuh hatiku, melihatmu pulang bermandi peluh. Luluh lantak jiwaku, saat kudengar desah nafasmu disaat lelah. Kala kau termenung di ujung senja, menerawang jauh khayalkan sekolah tinggi buat aku dan adik-adikku... Kaca-kaca di matamu tak mampu kau sembunyikan, ketika tagihan SPP aku sodorkan. Maafkan aku yang sering menyusahkan, membuatmu menelan kepahitan. Kau sepuh pedihmu dengan senyum kelembutan. Tiada keluh, tak pernah menyerah, kau tetap melangkah mencari nafkah yang berkah. Kuterima kasihmu sepenuh raga Bahagia dalam dekap dan usapanmu yang membuncahkan asa. Aku akan ikut berjuang bersamamu. Memajukan semua adik-adikku. Membahagiakan keluarga dengan nafkah yang berkah. Tidurlah ayah.. Bahagialah kau di sana. Bahuku memang tak sekokoh milikmu, tapi kasihmu menguatkan jiwaku. Kan kupikul semua tanggungjawabmu. Kuteruskan perjuanganmu. Membawa keluarga menuju bahagia di dunia, dan kelak ...