Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2022

Pupusnya Rindu

 Jangan tatap rasaku Disana kau kan temukan banyak rindu. Jangan singkap isi hatiku, Isinya melulu tentang cintaku padamu. Pergi saja dariku Karena tak ada lagi pedulimu. Biar semuanya ku simpan rapi Walau sakit ini menyiksaku. Jangan tanya kenapa  Aku selalu palingkan muka. Karena di sana, kau kan baca dalamnya cinta. Jangan kejar, tatap mataku yang selalu menghindar Karena di sana Semua rinduku jelas tergambar. Biarlah waktu menghapus semuanya Kuharap masa kan membuat semua sirna. Tak tahu aku harus berbuat apa Makin kucoba menghapus rindu Makin parah hatiku terberangus pilu. Adakah di sana Sekeping rindu kau sisakan untukku? Lia, Cianjur 26082022

Satu Pintaku

 Puisi "Satu Pintaku" Sahabat, kamu semua orang-orang hebat Meski tangan kita belum saling berjabat, hati kita sudah saling tertambat. Kepiawaian sahabat menata rasa merangkai kata, selalu membuatku terkesima, lantas meretas bahagia. Tapi kini, ada sedikit luka menoreh jiwa. Ada sahabat yang keliru rasa. Ianya kini menyendiri di sudut sepi. Menggulung sedihnya dibalik selimut sunyi. Tidak, aku tak mau ada yang terluka. Takkan kuterima rasa kehilangan ini begitu saja. Aku ingin ianya ada, datang dan membersamai kita lagi. Sahabat-sahabat hebat... Ijinkan aku ucapkan satu pinta, Bawakan lagi Dek Utami ke group ini. Raih hatinya, tarik jiwanya, hidupkan lagi semangatnya! Dia sahabat muda yang membuat semua orang terkesima bangga. Jiwanya lincah, sarat kreatifitas dan produktivitas. Tolong jangan lepaskan dia pergi, jangan biarkan dia menyepi sendiri. Semangat mudanya membakar jiwa kita. Rengkuh dan hadirkan dia lagi, sebagai bukti kita semua sahabat sejati! Please... πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ™πŸ»πŸ™...

Rindu buat Ayah

 Puisi  "Rindu Buat Ayah" Ayahanda, sering kutatap diam-diam, kaca-kaca di matamu.. Trenyuh hatiku, melihatmu pulang bermandi peluh. Luluh lantak jiwaku, saat kudengar desah nafasmu disaat lelah. Kala kau termenung di ujung senja, menerawang jauh khayalkan sekolah tinggi buat aku dan adik-adikku... Kaca-kaca di matamu tak mampu kau sembunyikan, ketika tagihan SPP aku sodorkan. Maafkan aku yang sering menyusahkan, membuatmu menelan kepahitan. Kau sepuh pedihmu dengan senyum kelembutan. Tiada keluh, tak pernah menyerah, kau tetap melangkah mencari nafkah yang berkah. Kuterima kasihmu sepenuh raga Bahagia dalam dekap dan usapanmu yang membuncahkan asa. Aku akan ikut berjuang bersamamu. Memajukan semua adik-adikku. Membahagiakan keluarga dengan nafkah yang berkah. Tidurlah ayah.. Bahagialah kau di sana. Bahuku memang tak sekokoh milikmu, tapi kasihmu menguatkan jiwaku. Kan kupikul semua tanggungjawabmu. Kuteruskan perjuanganmu. Membawa keluarga menuju bahagia di dunia, dan kelak ...